Tips Mendidik Anak Perempuan Supaya Betah Bersama Keluarga di Rumah

Keluarga merupakan sumber pendidikan pertama bagi anak-anaknya. Orang tua akan selalu berusaha memberi pendidikan yang terbaik demi kesuksesan anak di masa depan. Selain selalu memantau dan mendampingi perkembangan anaknya, orang tua juga memiliki rasa khawatir terhadap perkembangan anaknya. Terutama dalam perkembangan karakter anak, kecerdasan sosial dan kecerdasan emosional.

Membiarkan anak berinteraksi dengan lingkungan akan menimbulkan dampak positif bagi perkembangan anak. Tetapi orang tua pun harus lebih selektif dalam memilihkan kegiatan untuk anaknya. Apalagi bagi orang tua yang memiliki anak perempuan.


Maraknya peristiwa kejahatan yang menimpa anak perempuan terjadi. Misalnya saja pelecehan seksual pada anak perempuan oleh teman sebayanya. Hal ini menambah kekhawatiran orang tua yang memiliki anak perempuan. Dengan begitu, orang tua harus mendidik anak perempuan supaya betah bersama keluarga di rumah.

Bagaimana cara orang tua untuk mendidik anak perempuan supaya betah di rumah yang harus diterapkan oleh keluarga, sehingga anak dapat menyaring nilai-nilai positif saja dari hasil berinteraksi dengan lingkungan masyarakat? Berikut tipsnya.

5 Tips Mendidik Anak Perempuan Supaya Betah Bersama Keluarga di Rumah

Berikut ini beberapa tips yang dapat diterapkan orang tua dalam mendidik anak perempuan supaya betah bersama keluarga di rumah

1. Menanamkan nilai religius pada anak

Penanaman pendidikan agama pada anak oleh keluarga sangat berpengaruh sebagai sarana pendidikan akhlak. Dengan begitu, anak akan dapat membedakan mana yang baik dan buruk. Menjalankan kegiatan religius di rumah bersama keluarga juga dapat dilakukan sebagai upaya mendidik anak perempuan betah di rumah. Misal ada aturan dari orang tua untuk selalu sholat jamaah bersama akan mendorong anak untuk selalu sholat jamaah bersama orang tua. Dengan begitu, pada anak akan tertanam setiap waktu sholat untuk selalu di rumah.

2. Ciptakan quality time bersama anggota keluarga

Orang tua yang sibuk bekerja dan kurang perhatian terhadap anak menjadi salah satu penyebab anak tidak betah tinggal di rumah. Ayah sibuk mencari nafkah begitupun dengan ibunya ikut membantu mencari nafkah. Dengan begitu, tidak ada sosok panutan yang dapat menemani anak di rumah. Itulah yang menjadi sebab anak memilih untuk bermain di luar rumah. Oleh karena itu, ciptakanlah quality time saat bersama anggota keluarga. Jadwalkan waktu khusus untuk berinteraksi bersama keluarga.

3. Bangun suasana rumah yang menyenangkan bagi anak

Suasana yang kurang menyenangkan di rumah dapat membuat anak merasa tidak betah. Hal itu biasanya dipicu dari hubungan kedua orang tua yang tidak harmonis. Akibat keadaan ini, anak cenderung akan mencari suasana di luar rumah yang lebih menyenangkan. Keharmonisan keluarga berperan penting karena dapat menciptakan suasana rumah yang menyenangkan sehingga anak akan betah. Untuk itu, selalu jaga keharmonisan keluarga.

4. Memasak makanan kesukaan anak

Supaya anak perempuan betah di rumah, hal yang bisa orang tua lakukan adalah memasak masakan kesukaan anak. Orang tua dapat meminta anak untuk membantu memasak bersama-sama. Jadi, si anak akan merasa senang ketika dilibatkan dalam kegiatan ini. Upayakan dalam memilih menu masakan harus yang mengandung gizi tinggi sehingga bermanfaat bagi perkembangan anak.

5. Jangan terlalu menekan anak

Banyak orang tua membuat aturan yang menekan bahkan ada yang sengaja menyusun jadwal kegiatan anak. Aturan yang menekan dan jadwal yang terlalu padat sering membuat anak tidak betah di rumah. Hasilnya banyak anak yang meninggalkan rumah.

Dalam menerapkan aturan dan jadwal bagi anak sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan anak. Libatkan anak dalam membuat aturan dan menyusun jadwal, sehingga akan tidak akan merasa terpaksa dalam melakukan aktivitasnya.

Itulah beberapa tips yang dapat orang tua terapkan dalam mendidik anak perempuan supaya betah bersama keluarga di rumah. Namun, bukan berarti anak tidak boleh keluar rumah sama sekali. Sebaiknya, buat aturan dan batasan yang jelas supaya anak memiliki tanggungjawab dan disiplin terhadap peraturan tersebut.